suatu hari nanti, aku yakin senja akan menyemai kenangan kita.
menyulap jingga menjadi setalam malam tanpa lukisan bintang.
tetapi..
sebelum hari itu tiba,
ajari aku melupakanmu..
kau tau mengapa?
sebab hari itu, aku tak lagi bisa melihat dunia
keburaman akan menjadi masa baru dalam hidupku.
dan untuk itulah, ajari aku tuk membencimu.....
"Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu, yang telah memberikan setetes ilmu diantara kubangan samudera, untuk seluruh manusia"
Sunday, 30 August 2015
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Hikayat Seorang Santri Bodoh
Usiaku lima belas tahun waktu itu. Saat aku terbuang ke Madura. Ya, di sebuah pesantren Al-Amien inilah aku harus bersemedi. Tak tanggung...
-
Tulisan ini tak harus kau baca, Bintang. Sebab, yang kuinginkan bukanlah kehadiranmu bahkan sapamu. Tulisan ini sekedar tempat bercerita ...
-
Aku bertemu dengan ibumu kemaren sore. Rupanya terlintas cukup ceria meski duka masih merundung. Di sebelahnya, adikmu merunduk sambil me...
-
Sesuai janjiku Bintang, kini kubawakan kabar merpati itu padamu. Meski melalui esai tak bersastra ini, aku rasa telah c...
No comments:
Post a Comment