Ada selarik puisi, Ka untukmu
tentang bintang dan rembulan berteman langit selatan
tengoklah langit nanti malam, Ka
kau akan melihat segaris luka
lewat baris bintang yang tak pernah kau sapa
tentang bintang dan rembulan berteman langit selatan
tengoklah langit nanti malam, Ka
kau akan melihat segaris luka
lewat baris bintang yang tak pernah kau sapa
Dengarkan saja siul sunyinya
ada satu nada yang pernah kita mainkan dalam suling irama
mencari nada dalam setiap lagu
kau belajar mengapit ketujuh lubang dengan mata liar
ada satu nada yang pernah kita mainkan dalam suling irama
mencari nada dalam setiap lagu
kau belajar mengapit ketujuh lubang dengan mata liar
Deretan cahaya bintang di dalam hatiku,
tak ada yang membencimu, Ka
sekalipun ada satu bintang yang kau tunjuk,
langit selatan masih menyelimuti cerita malamku
tak ada yang membencimu, Ka
sekalipun ada satu bintang yang kau tunjuk,
langit selatan masih menyelimuti cerita malamku
Ka, seandainya kau tak sempat atau tak mau
melihat langit nanti malam
biarlah aku saja yang bicara dengan bintang dan rembulan
tentang angka pada kalender lusuh
padanya kisah kita pernah bersetubuh
biarlah aku saja yang bicara dengan bintang dan rembulan
tentang angka pada kalender lusuh
padanya kisah kita pernah bersetubuh
28 Oktober 2015
11.28
11.28
sebuah kado yang selalu kutulis untukmu,
tepat di hari dan tanggal yang sama ini,
aku ingin bertanya padamu:
6 tahun lalu, apa kau sekedar mempermainkanku?
tepat di hari dan tanggal yang sama ini,
aku ingin bertanya padamu:
6 tahun lalu, apa kau sekedar mempermainkanku?
No comments:
Post a Comment