Nanar mataku tak pernah berubah
Selalu sembilu melihat bayangmu yang terus
mencumbu waktu
Andai hari esok yakin masih ada
Aku tak
pernah berhenti berceloteh
Pada kalender lusuh..
Padanya angka memanglah pudar, tapi tak ada
yang abadi selain kenangan
Ya, Tepat aku memelukmu erat, deru langkah
kaki lalu lambaian tangan
Adalah masa yang selalu berhasil sembunyi
dalam lipatan ingatan.
Tepat pula saat aku ingin lupa
Selalu saja senja menjemput adzan Maghrib
menyeretku dalam kesunyian.
Memaksaku haturkan sapa lewat kenangan,
Padamu yang telah berubah kehangatan........
Emperan Kampung
Kelahiran, 03 Mei 2015
22.43
No comments:
Post a Comment