Thursday, 22 October 2015

Sajak Tanpa Muara



Aku bahagia mendapatimu dalam mimpi semalam
Meski berjumpa dalam lipatan detik
Aku masih bisa memanggil namamu, Fa seperti dulu
Dan kau menoleh lalu tersenyum,
Persis adegan di pulau rantau

Sebenarnya, Fa
Aku jauh menginginkan sapamu bukan di alam mimpi



20 Oktober 2015, 21.07
dalam temaram pekarangan, aku berhasil membawamu dalam sebuah cerita

No comments:

Post a Comment

Hikayat Seorang Santri Bodoh

Usiaku lima belas tahun waktu itu. Saat aku terbuang ke Madura. Ya, di sebuah pesantren Al-Amien inilah aku harus bersemedi. Tak tanggung...