Di pantai Madura, ombak bungkam di matamu
Melukai jejak-jejak angin yang merenggut tadabbur ombak
Seberapa banyak malam yang kau tasbihkan pada bintang
Pada akhirnya bisu pada usia
Seberapa besar langkah kaki menderu
Berakhir dalam lipatan angin masa lalu
Tak perlu ada tangis apalagi air mata,
Ombak di pantai Madura masihlah sama
Menyanyikan luka yang sengaja kau kobarkan dalam dada
Cukuplah tertawa atas khianatmu
Barangkali aku lupa!
Kau tak lagi bisa menangis apalagi menelurkan air mata
Deburan ombak di pantai kampungmu
Mengubahmu menjadi manusia angkuh pelupa
Akan kusurati ombak di pekarangan rumahmu;
Selamat malam yang kau ucapkan
Tak lagi abadi dalam kenangan
17
Oktober 2015
~Sampoer~
~Sampoer~
At: 12.35
No comments:
Post a Comment