Saturday, 24 October 2015

Do’aku di Seberang Pulau




Segeliat resah menyeru pada Tuhan
“Benarkah berita yang kuterima barusan?”

Ribuan tanda tanya terpatri di langit ketujuh
Begitu mudahnya izro’il menenteng jiwa menuju pangkuanNya
Bak jemari bayi menggenggam botol susu

Selamat jalan kawan!
Aku dengan lainnya
Tak lama lagi Kan menyusulmu……….



Jember, Ahad 18 September 2013 (22.00)
Sesaat setelah menerima kabar kematian seorang kawan
di ujung pulau garam (Tanah Rantau)

No comments:

Post a Comment

Hikayat Seorang Santri Bodoh

Usiaku lima belas tahun waktu itu. Saat aku terbuang ke Madura. Ya, di sebuah pesantren Al-Amien inilah aku harus bersemedi. Tak tanggung...